Skip to main content

Tentang Indonesia Halal Showcase

Tentang Indonesia Halal Showcase

Indonesia Halal Showcase merupakan pameran yang menunjukkan capaian dan kesiapan Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Terdiri dari enam island yang menampilkan beragam kebijakan, capaian, produk dan roadmap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di sektor makanan dan minuman serta sektor modest fashion, dengan dukungan dari sektor keuangan komersial dan sosial Islam serta komunitas Islam seperti pesantren yang menjadi keunikan bagi Indonesia.

IHS dilaksanakan secara hybrid, island fisik berada di JCC, Jakarta dan dapat dikunjungi pada tanggal 5-9 Oktober 2022.

Potret Perkembangan Ekonomi Syariah Indonesia

Transformasi ekonomi Indonesia ditempuh melalui penguatan sektor unggulan, termasuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan baru. Ekonomi syariah mengedepankan kemitraan yang berkeadilan, mencegah spekulasi non produktif yang dapat memicu ketidakstabilan, serta memandang kelestarian alam sebagai amanah yang harus dijaga. Karena itu, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Peran Indonesia sebagai salah satu pasar utama industri halal global, berimplikasi struktural bahwa Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, di samping menyasar pasar ekspor. Kondisi tersebut tidak saja memperlihatkan potensi global yang masih terbuka, namun juga urgensi untuk tidak sekedar menjadi target pasar. Untuk itu berbagai stakeholder terkait dalam sinergi kebijakan nasional dalam wadah KNEKS, mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Beragam upaya pengembangan yang berujung dengan mulai terbentuknya ekosistem rantai nilai halal, telah berhasil meningkatkan posisi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di kancah global.

Merebaknya pandemi Corona Virus Disease yang bermula pada akhir 2019 (Covid-19) dan menjadi fenomena global pada setahun terakhir, memberikan tantangan luar biasa bagi perekonomian dunia dan Indonesia. Seperti halnya dengan fenomena di berbagai negara, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi relatif ditopang oleh stimulus pemerintah. Pandemi Covid-19 yang berdampak multidimensi semakin meningkatkan urgensi dan relevansi ekonomi dan keuangan syariah dalam turut mendorong roda perekonomian nasional. Di tengah implementasi bauran kebijakan nasional, kinerja ekonomi syariah secara umum tumbuh lebih baik dibandingkan perekonomian nasional. Jika diwakili oleh sektor prioritas dalam pengembangan ekositem halal value chains, yaitu sektor pertanian, makanan halal, fesyen muslim, dan pariwisata ramah muslim (PRM), pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia pada triwulan 2-2021 mencapai ….% (yoy), lebih tinggi dibandingkan ekonomi nasional yang mencapai 7,07% (yoy). Sebagai hasilnya, pangsa ekonomi syariah terhadap ekonomi nasional masih terus meningkat, melanjutkan tren dalam lima tahun terakhir.

Pemenuhan kebutuhan pembiayaan untuk mendorong dan mengakselerasi pemulihan ekonomi syariah dilakukan melalui berbagai sumber pembiayaan. Dari sisi Pemerintah, dukungan terhadap ekonomi syariah utamanya diwujudkan melalui penerbitan SBSN untuk membiayai pembangunan prasarana publik, termasuk proyek berwawasan lingkungan (green project). Dari sisi industri, dalam masa pandemi Covid-19 industri perbankan syariah masih berdaya tahan dengan penyaluran pembiayaan pada 2020 mencapai pertumbuhan 8% (yoy), lebih tinggi dari industri perbankan yang secara total terkontraksi sebesar -2,41% (yoy).

Peran dan urgensi keuangan sosial syariah dalam masa pandemi Covid-19 menjadi semakin nyata. Peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara strategis mendukung program perlindungan sosial (perlinsos) Pemerintah dalam menghadapi dampak sosial pandemi Covid-19. Instrumen ZIS berperan sebagai katalisator penanggulangan dan pemberdayaan umat di saat daya beli masyarakat mengalami penurunan yang signifikan. Penyaluran zakat dapat menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat (mustahik). Sementara pemanfaatan infak dan sedekah secara produktif dapat ditujukan untuk mendukung daya tahan usaha ultra-mikro dan UMK, serta untuk penyediaan sarana kesehatan yang dibutuhkan dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Sementara instrumen integrasi keuangan komersial dan sosial syariah, seperti antara lain CWLS, turut mendukung pengembangan prasarana kesehatan bagi masyarakat.

Ke depan, strategi penguatan ditempuh untuk mengawal kenormalan baru dan selanjutnya berakselerasi kembali ke lintasan menuju visi Indonesia Maju. Strategi penguatan difokuskan pada dua sektor utama yaitu sektor makanan minuman dan sektor fashion, yang didukung dengan penguatan pada sektor keuangan komersial dan sosial Islam serta pengembangan ekonomi syariah berbasis komunitas dan pesantren. Dengan mempererat sinergi dalam implementasi pada sektor utama tersebut, periode pemulihan serta akelerasi pada tahap selanjutnya akan berjalan semakin efisien dan efektif. Selanjutnya upaya pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah akan tereskalasi dengan sinergi nasional bersama otoritas, stakeholder terkait, dan masyarakat luas dalam lintasan menuju visi Indonesia Maju.

Bergabung bersama Kami!
"Indonesia Halal Showcase & Exhibition"
Jakarta Convention Center
27 - 30 Oktober 2021

Ketentuan:

  1. Pengunjung ISEF 2022 diwajibkan sudah divaksinasi COVID-19 (minimal vaksinasi dosis pertama)
  2. Pengunjung ISEF 2022 diwajibkan untuk mengunduh aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke area ISEF 2022
  3. Pengunjung ISEF 2022 berusia minimal 12 tahun
  4. Batas pengunjung per sesi pameran adalah 250 pengunjung
Registrasi sebagai Exhibitor Online!

Untuk mengajukan diri menjadi salah satu exhibitor online di ISEF 2022, silahkan Bapak/Ibu mengisi formulir singkat ini. Setelah mengisi formulir ini, tim ISEF akan menghubungi Bapak/Ibu melalui kontak yang Bapak/Ibu masukkan dalam formulir ini.